Sunday, November 6, 2011

Khutbah Idul Adha 1432 H

Oleh : Qurtifa Wijaya, S.Ag
Disampaikan di Lapangan RW 16 Kel. Mekarsari
10 Zulhijjah 1432 H


Alhamdulillah, Alhamdulillahilladzi manna ‘alal muslimina
bihadzal Idil Mubarak, Rahmatan minhu wa fadla, waja’alahu yauman
min a’zhomi ayyamil Islam
Ahamaduhu Subhanah Al Maalikul Quddusus Salam
Wa asyhadu alla Ilaaha Illalah wahdahu laa syarika lah
Wa asyhadu anna sayyidana wa nabiyyana Muhammadan ‘abdullahi
wa rasuluh, khaoiru man hajja wa’tamara, wa waqafa bi Arafata
wa dzakarallaha katsiron fi hadzihil ayyaamil mubarokatil ‘izhom.

Allahumma fashalli wasallim ‘ala ‘abdika wa Rasulika Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbih, Sholatan wa salaaman daaimain kaamilain.


llahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar

Laa Ilaaha illallah,
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Walillahilhamd.

Amma ba’du Fattaqullaha ‘Ibadallah…..
Wadzkuruu…. wadzkuruuhu bilghuduwii wal ashol.

Faqad Qolallahu Azza Wajalaa:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا , يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Ma’asyiral muslimina Rahimukumullah
Jama’ah Shalat Eid yang dirahamati Alalh SWT

Segala puji dan rasa syukur mari kiat apanjatkan kepada Allah SWT atas limpahan ni’mat dan karunia yang tak terhingga.

Pada hari ini kita telah disampaikan pada hari Idul Adha di tahun 1432 H yang penuh dengan keberkahan. Hari ini Allah telah menaungi kita dengan yaumun nahr, hari yang dimuliakan dan diagungkan oleh Allah SWT.

Hari Idul fithri dan Idul adha merupakan Jaizah rabbaniyah, hadiah rabbaniyah dari Allah SWT kepada hamba-hambaNya yang telah melakukan keta’atan dan kebaikan. Hadiah yang diberikan kepada hamba-hambanya yang telah menunaikan kewajiban syari’ah, memenuhi dan merespon panggilan Allah dan RasulNya dengan respon yang dilandasi keta’atan, kepatuhan dan ketundukan.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Walillahilhamd.

Bila Idul Fitri kita rayakan setelah kita kaum muslimin melaksanakan kewajiban ibadah qiyam dan shiyam satu bulan penuh di bulan Ramadhan, maka Idul Adha kita laksanakan setelah jutaan saudara-saudara kita kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji melaksanakan wukuf di arafah pada tanggal 9 Zulhijjah kemarin, dimana tidak sah ibadah haji tanpa melakukannya.

Jadi kedua hari raya dalam Islam yaitu Idul Fitri dan idul Adha terkait dengan rukun Islam yaitu: Shaum Ramadhan dan Ibadah Haji.

Hari raya dalam Islam bukanlah merupakan pengagungan kepada seseorang atau pribadi tertentu, bukan juga pengagungan pada moment dan peristiwa tertentu, tetapi hari raya dalam Islam merupakan wujud pengagungan kaum muslimin kepada Allah SWT al Wahidus Shomad, yang kita realisasikan dalam bentuk menyambut dan melaksanakan perintah-perintahNya dan berkomitmen atas syari’at yang telah ditetapkanNya.

Ma’asyiral muslimina Rahimukumullah
Jama’ah Shalat Id yang dirahamati Alalh SWT

Idul adha yang kita rayakan hari ini, adalah bagian dari perjalanan panjang kita menuju Allah SWT. Perjalanan yang dihiasi dengan harapan akan kenikmatan yang telah dijanjikan dan rasa takut akan ajab yang akan menimpa. Idul adha hadir untuk menguatkan kembali komitmen keislaman kita, komitmen aqidah dan penghambaan kita kepada Allah SWT. Mengokohkan kembali tauhid uluhiyah, tauhid rububiyah, serta tauhid asma dan sifat-sifat Allah, dengan sebuah keyakinan bahwa tidak ada Dzat yang berhak untuk diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah SWT, dan segala bentuk penghambaan kepada selainNya adalah kebathilan dan kesesatan.

Idul adha yang penuh keberkahan ini adalah wasilah atau sarana untuk kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, melalui serangkain ibadah yang telah didorong oleh Rasulullah untuk kita perbanyak begitu kita mulai memasauki bulah Zulhijjah.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullah,dari Ibnu 'Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidak ada hari di mana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah.” Mereka bertanya, “Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah?”. Beliau menjawab, “Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apa pun."

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid."

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Walillahilhamd.


Melalui ibadah haji yang dilakukan oleh mereka yang telah diberikan keluasan untuk menunaikannya, serta ibadah qurban yang dilaksanakan oleh mereka yang memiliki kecukupan, Allah SWT ingin mendidik kaum muslimin untuk menjadi pribadi-pribadi yang memiliki rasa syukur yang tinggi kepada Allah SWT, kecintaan yang mendalam kepadaNya, dan kesiapan berkorban di jalannya dengan jiwa dan harta yang dimiliki. Sebagaimana kecintaan dan pengerbanan itu telah dicontohkan dengan sangat baik oleh Nabiyullah Ibrahim alaihissalam dan putra beliau Nabiyulalh Ismail alaihissalam.

Tidaklah Allah SWT menghendaki dari ibadah haji yang kita lakukan melainkan tumbuhnya ketundukan dan pengagungan kepadaNya atas kekuasaan dan kebesaranNya. Dan tidaklah Allah menghendaki dari hewan kurban yang kita sembelih berupa darah atau dagingya, tetapi yang dikehendaki oleh Allah SWT adalah ketaqwaan kita kepadaNya.

Ma’asyiral muslimina Rahimukumullah
Jama’ah Shalat Id yang dirahamati Alalh SWT

Allah SWT memberikan nama hari Id ini dengan Idul Adha, dikarenakan Rasulullah SAW telah mensyariatkan bagi ummatnya untuk berkurban. Ibadah kurban merupakan sunnah mu’akkadah, sunnah yang sangat ditekankan untuk dilaksankan. Kita yang telah diberi begitu banyak keni’matan dan kelapangan, jangan sampai lalai dan mengabaikan perintah ini. Semoga Allah SWT menjauhkan kita dari kekikiran dan kebakhilan.

Ibadah kurban yang telah disyariatkan oleh Allah SWT dan RasulNya kepada kaum muslimin, terkait dengan kisah pengorbanan, kecintaan dan ketaatan yang telah ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim alaihissalam dan putranya Ismail alaihissalam sebagaimana diceritakan di dalam Al-Qur’an:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَابُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَاأَبَتِ افْعَلْ مَاتُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَآءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِينَ {102} فَلَمَّآ أَسْلَمَ وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ {103} وَنَادَيْنَاهُ أَن يَآإِبْرَاهِيمُ {104} قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَآ إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ {105} إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلآؤُا الْمُبِينُ {106} وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ {107}

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:"Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab:"Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. 37:102)
Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). (QS. 37:103)
Dan Kami panggillah dia:"Hai Ibrahim, (QS. 37:104)
sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. 37:105)
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. (QS. 37:106)
Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar. (QS. 37:107)

Pengorbanan yang kita berikan merupakan wujud rasa syukur kita atas begitu banyaknya nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita, dan telah dijauhkannya kita dari berbagai kesesatan, kerusakan dan bencana. Kalau kita bersykur atas nikmat yang diberikan, maka Allah SWT akan tambahkan nikmatNya untuk kita, namun bila kita kufur dan tidak beretrima kasih, maka sesungguhnya azab Allah SWT amatlah pedih.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar
Walillahilhamd.

Allah SWT berfirman:
إِنَّآ أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ {1} فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ {2}


Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. (QS. 108:1)
Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah. (QS. 108:2)

Di dalam ayat ini Allah SWT menjelaskan rahasia diterimanya ibadah kurban kita, yaitu adanya keikhlasan dan ketaqwaan, yaitu dilaksanakan karena Allah SWT, bukan karena tujuan lainnya. Demikianlah seluruh ibadah dalam Islam, bukan sekedar pelaksanaan secara zahirnya saja akan tetapi harus dilandasi keikhlasan, kekhusyuan, kedekatan kepada Allah SWT agar ia membuahkan ketaqwaan.

Hal ini ditegaskan kembali dalam firman Allah SWT:

لَن يَنَالَ اللهَ لُحُومُهَا وَلاَدِمَآؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللهَ عَلَى مَاهَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ {37}

Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkanya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik. (QS. 22:37)


Ma’asyiral muslimina Rahimukumullah
Jama’ah Shalat Id yang dirahamati Alalh SWT


Diantara sasaran ditegakkannya ibadah dalam Islam adalah, terpautnya selalu hati seorang hamba dengan Penciptanya, termasuk saat ia merayakan hari Idul Adha yang dipenuhi kegembiraan, kesenangan dengan berbagai hidangan yang lezat. Karena itu pula saat Idul Adha kita diperintahkan untuk melaksanan sholat dan mendengarkan khutbatul Id, memperbanyak takbir, tahmid adan tahlil untuk mengagungkan dan membesarka asma Allah SWT.


Rasulullah SAW bersabda:

زينوا اعيادكم بالتكبير( رواه الطبراني)

“Hiasilah hari-hari Id kamu dengan takbir.”

Demikianlah tujuan utama yang diharapkan dari seorang mukmin, menjadikan Allah SWT yang paling besar dan utama dibanding apapun.

Alangkah indahnya kalimat-kalimat yang kita lantunkan mengiringi Idul Adha kita:
الله أكبر الله أكبر الله أكبر لا إله إلا الله، الله أكبر الله أكبر ولله الحمد، لا إله إلا الله وحده، صدق وعده، ونصر عبده، وأعز جنده، وهزم الأحزاب وحده

Inilah senandung yang indah, berisi pujian sebagai ungkapan rasa syukur atas hidayah yang telah diberikan kepada kita semua, yaitu hidayah Iman dan Islam.

Ma’asyiral muslimina Rahimukumullah
Jama’ah Shalat Id yang dirahamati Alalh SWT

Marilah, melalui Idul Adha pada hari ini kita jadikan sebagai momentum untuk memperbaiki hubungan kita kepada Alalh SWT dengan menanamkan tekad untuk meningkatkan dan memperbaiki kualitas penghambaan dan ibadah kita kepada Allah SWT. Tidak ada kebahagian, ketenangan, kedamaian dan keberkahan dalam kehidupan yang kita jalani kecuali dengan kita menghadirkan ketaqwaan dalam diri kita.

Mari pula kita perbaiki hubungan kita dengan sesama manusia dengan meningkatkan silaturahim dan persaudaraan diantara kita serta menjauhi pertikaian dan perpecahan. Ibdah haji adalah simbol dari puncak persaudaraan kaum muslimin, dimana jutaan kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia, dengan beragam bahasa, suku, warna kulit, strata sosial dan lain sebagainya, berkumpul dengan pakaian yang sama, melantunkan kalimat yang sama, dan dengan satu tujuan yang sama menundukkan dirinya untuk mendapatkan keridhoan dan kecintaan Allah SWT serta haji yang mabrur.

Mari kita perbaiki pula hubungan di dalam keluarga kita. Kewajiban kita memberikan perhatian dan kecintaan serta kasih sayang untuk mewujudkan keluarga yang sakinah mawaddah dan rahmah. Mari kita tingkatkan kecintaan kita kepada kedua orang tua, karena ridho Allah SWT ada pada ridhonya Allah SWT.

Jadikanlah keluarga kita sebagai keluarga yang menghidupkan nilai-nilai Islam, keluarga yang menegakkan ibadah dan keluarga yang menjadikan Allah dan RasulNya lebih utama dari yang lainnya, sebagaimana telah dicontohkan oleh keluarga Nabiyullah Ibrahim alaihissalam dan keluarga Rasululalh SAW. Keluarga yang dibangun atas dasar cinta kepada Allah SWT dan nasehat-menasehati dalam kebaikan dan kesabaran. Keluarga yang menghidupkan iman, pendidikan dan ibadah, bukan keluarga yang hanya dibangun atas dasar kecukupan materi.

Mari kita tunjukkan perhatian dan kepedulian kita kepada saudara-saudara kita yang hidup dalam kekurangan, yang sedang tertimpa ujian dan musibah, serta kepada anak-anak yatim dan faqir miskin yang mendambakan sentuhan cinta dan kasih sayang. Ketahuilah bahwa Allah SWT akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut mau menolong saudaranya.

Mari pula kita bertekad mulai hari ini untuk menjauhkan diri kita dari berbagai perbuatan keji dan munkar, dengan cara mengahdirkan agenda-agenda kebaikan dan menyibukkan diri kita dengan berbagai amal sholeh. Imam Syafi’i Rahimahullah mengingatkan: Jiwamu, jika kamu tidak menyibukkannya dengan kebaikan maka jiwa itu akan menyibukkanmu dengan kebatilan.


Ma’asyiral muslimina Rahimukumullah
Jama’ah Shalat Id yang dirahamati Alalh SWT

Tak lupa kita berdoa dan memohon kepada Allah SWT, untuk seluruh saudara-saudara kita yang saat ini sedang menuanikan ibadah haji, yang akan menyempurnakan rangkaian ibadah haji mereka pada hari ini dan hari-hari selanjutnya, semoga Allah SWT memberikan kekuatan, kesabaran, kemudahan serta haji yang mabrur untuk mereka semua.

Mari kita berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar memberikan kebaikan kepada negri kita Indonesia, dan seluruh negeri-negeri muslim lainnya, termasuk yang saat ini sedang bergolak, agar Allah menghadirkan keadilan, kedamaian dan ketentraman di negri mereka. Semoga pula Allah SWT memenangkan mereka atas musuh-musuh mereka dan musuh Allah SWT, dan dihadirkan ke tengah-tengah mereka para pemimpin yang memiliki rasa takut kepada Allah SWT dan kecintaan kepada kaum muslimin.

Akhirnya marilah kita menghadirkan niat dan bersungguh-sungguh berupaya agar kita semua kelak diberi kesempatan mengunjungi Baitullahil Haram, memenihi panggilan Allah SWT, menunaikan rukun Islam yang ke lima, melaksanakan ibadah haji, serta merasakan keni’matan meneteskan air mata di depan Baitullah. Semoga niat ini mencerminkan kerinduan kita untuk kelak dapat berjumpa dengan Allah SWT, bersanding bersama Rasulullah SAW, para sahabatnya yang mulia, para syuhada, shiddiqin dan shalihin, berhimpun di kampung akhirat yang penuh dengan keni’matan. Amin Ya Rabbal ‘alamin.

No comments: